Air Asia dan Bandara Juanda luar biasa!!! December 7, 2007
Posted by IY@NZ in Renungan Hati.2 comments
Ini pengalaman ketika aku bersama crew IMR-Surabaya mau berangkat ke Jakarta naik pesawat Air Asia dan pengalaman ini akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan, kenapa begitu ?
KISAH PERTAMA:
Tidak terlupakan karena waktu mau berangkat pesawat Air Asia yang kami tumpangi di delay, gak tanggung2 lagi delaynya hampir 2 jam man! padahal uda penerbangan malem tuh, dari yang seharusnya jam 21.20 menjadi 24.10 malem. Padahal klo beli tiket air asia kita ndak boleh telat, klo telat tiket kita hangus, tapi klo pihak air asia delay bisa seenaknya LUAR BIASA memang. Menjadi luar biasa juga karena udah kemaleman and kecapekan nunggu waktu mendarat di jakarta hp ku jatuh di dalam pesawat Air Asia tanpa sadar dan hilang deh, yah anggap rejeki buat yang nemu sih
KISAH KEDUA:
Kisah ini juga luar biasa karena waktu pesawat di delay saya bersama temen-temen kelaparan dan mulai mencari kantin yang masi buka karena waktu memang uda jam 22.00 wib, akhirnya nemu deh kantin yang masi buka namanya INDO CAFE terletak di Juanda airport, akhirnya kita mesan makanan 3 porsi soto ayam sama air mineral 3 botol tanggung, di buku menu tidak di tulis harganya sih, tapi kita cuek aja mesen and makan sampai habis, singkat cerita ketika mau bayar langsung kaget cuman makan soto and minum air mineral aja habisnya Rp.111.000, LUAR BIASA buat INDOCAFE Juanda.
Nah pengalaman ini bisa di jadikan pengalaman buat temen-temen yang mau pergi melalui juanda untuk selalu makan dulu sebelum berangkat di luar juanda makannya ya
dan selalu waspada biar ada kejadian delay berapa jam pun supaya tidak kehilangan barang bawaan dalam perjalanan.
Tapi kalau tetep aja terjadi kehilangan ya udah IKHLASIN aja deh, rejekinya yang nemu barang kita. Anggap aja SHODAQOH
SEMENIT SAJA. November 16, 2007
Posted by IY@NZ in Renungan Hati.1 comment so far
Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!
Betapa lamanya melayani Allah SWT selama lima belas menit namun
betapa singkatnya kalau kita melihat film.
betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun
betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman
tanpa harus berpikir panjang-panjang.
Betapa asyiknya a pabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun
kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.
Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tapi
betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.
Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun
lebih senang berada di shaf paling belakang ketika berada di Masjid
Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun
alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.
Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun
betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada
saat terakhir untuk event yang menyenangkan.
Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur’an; namun
betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.
Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun
betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.
Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun
betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan menggema.
Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau
berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.
Betapa kita dapat menyebarkan seribu
lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun
kalau ada mail yang isinya tentang Keagungan Allah SWT betapa seringnya kita ragu-ragu,
enggan membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik pada icon DELETE.
ANDA TERTAWA …? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR. .?
Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah
kepada ALLAH SWT, YANG MAHA MENGETAHUI, MENDENGAR, PENGASIH DAN PENYAYANG.
Apakah tidak lucu apabila anda tidak memFORWARD pesan ini. Betapa banyak
orang tidak akan menerima pesan ini, karena anda tidak yakin bahwa mereka
masih percaya akan sesuatu
Quantum IKhlas. November 12, 2007
Posted by IY@NZ in Renungan Hati.3 comments

Setiap apa yang ada di bumi selalu mengalir dalam proses memberi dan diberi
Dan tidak ada pemberian yang sia-sia
Daun rimbun pohon depan rumah telah menyuburkan tanah dibawahnya … dan ia tumbuh subur olehnya
Air yang mengalir membasahi melarutkan kotor mencuci memurnikan lalu dia mudah menguap … dan dia dimurnikan ketika kembali dalam wujud hujan.
Tenaga dan keringat penuh penderitaan hewan-hewan ternak dalam pengabdian yang ikhlas buat tuannya… dan mereka berharap makan yang kenyang sesudahnya
Dari alam kita belajar keikhlasan yang luar biasa
Laksana metamorfosis nya Ulat Kepompong Kupu-Kupu… menyerahkan dirinya kepada proses alami
Akankah kita ikhlas dalam pengabdian kita?
Karena keajaiban dari memberi (The Power Of Giving) harus bermula dari keikhlasan
Ketika kita dalam dataran ikhlas yang sesungguhnya maka kita menyatu dalam pengabdian sejati
Terlepas semua keterikatan duniawi
Kita menjadi bagian dari alam
Mengalir dalam proses memberi dan diberi
Demikian dekat rasanya dengan yang Maha Memberi
Lalu yang ada hanyalah pengabulan doa
Dan Menerima dalam syukur yang mendalam
Memberi Untuk Menerima
From the spirit of Java “Solo”
Supriyadi
Tell a Friend
Marilah Kita Sambut Kemenangan Idul Fitri. October 9, 2007
Posted by IY@NZ in Renungan Hati.add a comment



Genap sudah sebulan penuh kita berpuasa,
Menjalankan perintah agama,
Di bulan Suci Ramadhan,
Marhaban Ya Ramadhan,
Kini kita bersorak riang gembira,
Menyambut kemenangan,
Marilah kita saling mema’af-ma’afkan,
Menjalani catatan baru penuh pahala,
Semoga senantiasa mendapatkan kasih ALLAH S.W.T.
TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKUM,
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
Orang – orang yang didoakan oleh para malaikat. October 7, 2007
Posted by IY@NZ in Renungan Hati.add a comment
Sumber Tulisan Oleh :
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang -orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005)
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya.
Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”.
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)
3. Orang – orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan”
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
4. Orang – orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf”
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah,Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”.
(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)
