Psychology of a Search Engine Crawler November 18, 2007
Posted by IY@NZ in Internet Marketing.add a comment
What does Google see? Or more importantly how does a webpage look to Googlebot and how will it rank a website in its search engine? We have started a project that answers the more general question of how a search engine crawler sees the world. The SEO Text Browser tells the user what things could be improved with the current web page they are browsing. New webmasters don’t need to know every SEO trick, a quick spin around the block with the SEO Text Browser tells most of the major corrections that are needed to rank better with on-page content. Best of all this is a free service by DomainTools for all the white hats out there.
The SEO Text Browser allows even the newest webmaster to easily view a detailed and customized list of tasks to fix. For experts that know what they are doing they use lynx or study the source code. The browser actually gives easy step by step instructions on how to improve the web page the user is surfing.
Step-by-Step Instructions to fix Search Engine Optimization:
1) Enter a domain name into the whois form on DomainTools.com.
2) Click on the SEO Text Browser on the right of the whois record.
If you do not see the SEO Text Browser, then no webpage was found for the domain.
3) The SEO Text Browser will launch and give its first suggestion.
4) Complete the task/improvement. Refresh the SEO Text Browser.
The SEO Text Browser caches, you must use the reload button to clear the old copy from our server.
5) Repeat Steps 3 and 4.
SEMENIT SAJA. November 16, 2007
Posted by IY@NZ in Renungan Hati.1 comment so far
Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!
Betapa lamanya melayani Allah SWT selama lima belas menit namun
betapa singkatnya kalau kita melihat film.
betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun
betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman
tanpa harus berpikir panjang-panjang.
Betapa asyiknya a pabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun
kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.
Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tapi
betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.
Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun
lebih senang berada di shaf paling belakang ketika berada di Masjid
Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun
alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.
Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun
betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada
saat terakhir untuk event yang menyenangkan.
Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur’an; namun
betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.
Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun
betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.
Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun
betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan menggema.
Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau
berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.
Betapa kita dapat menyebarkan seribu
lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun
kalau ada mail yang isinya tentang Keagungan Allah SWT betapa seringnya kita ragu-ragu,
enggan membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik pada icon DELETE.
ANDA TERTAWA …? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR. .?
Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah
kepada ALLAH SWT, YANG MAHA MENGETAHUI, MENDENGAR, PENGASIH DAN PENYAYANG.
Apakah tidak lucu apabila anda tidak memFORWARD pesan ini. Betapa banyak
orang tidak akan menerima pesan ini, karena anda tidak yakin bahwa mereka
masih percaya akan sesuatu
Komunitas Bayar di Muka (pay it forward). November 13, 2007
Posted by IY@NZ in News Letter.add a comment
Komunitas Bayar di Muka atau disingkat KBM bukanlah MLM, Bukanlah Pyramid Scheme dan bukanlah komunitas money oriented. KBM adalah sebuah komunitas berbasis keikhlasan dan rasa saling tolong menolong.
Latar belakang terbentuknya Komunitas tangan diatas :
1. Minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai peluang besar di dunia internet marketing
2. Minimnya wadah pembelajaran internet marketing
3. Adanya kesan bahwa belajar internet marketing itu mahal dan susah.
Tujuan :
Memberikan pencerahan mengenai peluang besar dunia internet marketing , kepada seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya , dan masyarakat ekonomi menengah ke bawah pada khususnya. Pelatihan akan diberikan secara gratis kepada semua, 80% dengan system online dan 20% dengan system offline.
Mengapa bidang internet marketing
1. Karena para pioner Komunitas Bayar di Muka (KBM) adalah para praktisi internet marketing, yang telah menggeluti dunia ini selama puluhan tahun dan mempunyai kemampuan dan skill di bidang ini, sehingga mampu memberikan pembelajaran step by step secara details mengenai dunia ‘make money online’
2. Kemudian, KBM menganggap bahwa modal yang dibutuhkan untuk terjun ke dunia internet marketing sangatlah murah, setidaknya jauh lebih murah dibanding ketika membuka bisnis konvesional / offline. Sesuai dengan target dari KBM yaitu meningkatkan kesejahteraan kaum ekonomi lemah ( miskin modal ) dengan mengenal dunia internet marketing.
Pelatihan Online
KBM akan membangun pelatihan berbasis web, dimana semua anggota dapat belajar di website online learning center dari KBM secara gratis.
Detailsnya sebagai berikut :
Dalam KBM Learning Center akan dibagi menjadi 2 modul utama :
Modul A = Pengenalan dunia internet marketing dan peluang bisnis apa saja yang bisa di lakukan di dunia internet
Modul B = Step by step to make money online , panduan dan tutorial details , mulai dari ebook, video tutorial, PDF, live conference. Di sini anggota akan dipandu bagaimana menghasilkan penghasilan melalui internet secara gratis, sampai benar benar mandiri.
Skema system Learning Center KBM :
1. Anggota register di website KBM Center
2. Setelah register, Anggota di perbolehkan download dan mempelajari Modul A
3. Setelah mempelajari modul A, anggota akan melihat dengan jelas peluang besar di dunia internet marketing
4. Ketika tertarik, mau tidak mau anggota harus mendapatkan Modul B
5. Nah untuk mendapatkan Modul B, ada syaratnya, Anggota harus merefensikan ke minimal 1 orang untuk bergabung di Learning Center KBM. Setelah mendapatkan satu anggota baru ( kalau dalam istilah MLM = downline), maka anggota bisa mendownload dan mempelajari modul B.
Daftar di learning Center KBM -> Download Modul A -> Cari Anggota Baru -> Download Modul B
Mengapa harus mencari downline dulu sebelum download modul B?
Karena Komunitas KBM adalah komunitas berbasis Keihlasan , sehingga setiap anggota harus ikhlas membagikan ilmu kepada orang lain secara gratis.
Kami mengajak anda semua yang sedang membaca artikel ini untuk bahu membahu membangun komunitas bayar di muka, karena KBM masih membutuhkan orang orang iklhas dan mau berbagi seperti anda untuk mewujudkan misi dari KBM.
Sampai saat ini KBM masih sebatas ide, dan hanya akan menjadi ide mulia yang terpendam jika kita tidak merealisasikanya bersama sama.
KBM masih perlu bantuan anda , silahkan tinggalkan komentar berkaitan dengan beberapa hal di bawah ini :
Apa kira kira nama domain untuk KBM ?
Quantum IKhlas. November 12, 2007
Posted by IY@NZ in Renungan Hati.3 comments

Setiap apa yang ada di bumi selalu mengalir dalam proses memberi dan diberi
Dan tidak ada pemberian yang sia-sia
Daun rimbun pohon depan rumah telah menyuburkan tanah dibawahnya … dan ia tumbuh subur olehnya
Air yang mengalir membasahi melarutkan kotor mencuci memurnikan lalu dia mudah menguap … dan dia dimurnikan ketika kembali dalam wujud hujan.
Tenaga dan keringat penuh penderitaan hewan-hewan ternak dalam pengabdian yang ikhlas buat tuannya… dan mereka berharap makan yang kenyang sesudahnya
Dari alam kita belajar keikhlasan yang luar biasa
Laksana metamorfosis nya Ulat Kepompong Kupu-Kupu… menyerahkan dirinya kepada proses alami
Akankah kita ikhlas dalam pengabdian kita?
Karena keajaiban dari memberi (The Power Of Giving) harus bermula dari keikhlasan
Ketika kita dalam dataran ikhlas yang sesungguhnya maka kita menyatu dalam pengabdian sejati
Terlepas semua keterikatan duniawi
Kita menjadi bagian dari alam
Mengalir dalam proses memberi dan diberi
Demikian dekat rasanya dengan yang Maha Memberi
Lalu yang ada hanyalah pengabulan doa
Dan Menerima dalam syukur yang mendalam
Memberi Untuk Menerima
From the spirit of Java “Solo”
Supriyadi
Tell a Friend
Vibrasi Positif dengan Reframing November 12, 2007
Posted by IY@NZ in The Secret.add a comment

Apa menurut Anda yang akan Anda rasakan jika Anda mampu berada dalam kondisi positif 24 jam sehari 7 hari seminggu?
Luar biasa tentunya, bukan?
Membayangkan diri terbebas dari belenggu *mood*dan beragam situasi eksternal yang seringkali kita anggap memegang kendali terhadap pikiran dan emosi jelas adalah hal yang amat menggembirakan. Sisi lain, berkaitan dengan vibrasi positif yang menjadi syarat penting dalam LoA, kondisi (*state*) positif amat memungkinkan kita untuk memancarkan vibrasi positif setiap saat kapan pun kita menginginkannya. Nah, salah satu teknik dalam NLP yang merupakan favorit saya untuk selalu berada dalam kondisi positif ini adalah *reframing*.
*Reframing* istimewa bagi saya karena kesederhanaannya (meskipun belum tentu mudah) namun memiliki efek yang besar sekalipun seringkali dilakukan hanya dengan menggunakan percakapan saja.
Prinsip dasar *reframing* adalah mengubah keberatan menjadi keuntungan. Dengan syarat keberatan tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa diubah lagi. Misalnya, cacat tubuh, kejadian di masa lalu, anggota keluarga, dll yang memang di luar lingkaran pengaruh kita untuk berbuat sesuatu guna menjadikannya sesuai dengan keinginan kita.
Didasarkan pada asumsi bahwa di balik setiap perilaku/kejadian terkandung maksud positif, *reframing*mengajak kita untuk keluar dari kerangka berpikir ‘masalah’ dan melompat ke dalam kerangka berpikir ’solusi’ atau ‘tujuan/*outcome*’. Lalu, bagaimana kita bisa melakukannya? Ada cukup banyak teknik *reframing* yang hingga kini ditemukan oleh para pakar NLP.
Kumpulan teknik tersebut seringkali disebut sebagai *Sleight of Mouth Pattern *atau *Mind-Lines* *Pattern* dalam Neuro-Semantic. Namun dalam kesempatan kali ini, saya hanya akan membahas 2 jenis *reframing* yang paling dasar dan cukup ampuh untuk menjadikan kita senantiasa berada dalam kondisi positif: *context* dan *content reframing*.
*Context Reframing* “Tubuh saya terlalu tinggi!” Menggunakan jenis ini, kita memindahkan suatu hal atau kejadian dalam konteks ruang/waktu yang berbeda sehingga memunculkan makna baru yang lebih positif. Dalam contoh keberatan di atas, maka kita bisa bertanya, “Dalam konteks apakah tubuh yang tinggi tersebut menjadi keuntungan?” Dan beragam jawaban pun bisa kita munculkan mulai dari cocok sebagai olahragawan, tidak memerlukan tangga untuk mencapai tempat yang tinggi, tidak terhalang ketika nonton konser, sampai pada mendapatkan udara yang lebih segar karena udara yang berada di atas lah yang masih murni dan menyegarkan.
Bagaimana dengan, “Tubuh saya terlalu pendek!” Dengan pertanyaan yang sama kita bisa menemukan banyak konteks seperti lebih lincah dalam bergerak, lebih hemat dalam membuat pakaian (apalagi jika si orang ini memiliki orientasi finansial yang tinggi), dll. Jika Anda masih ingat dengan pembahasan kita tentang Meta Model, maka * reframing* jenis ini amat pas jika digunakan pada kalimat keberatan yang menggunakan pola *universal quantifiers*.
*Content/Meaning Reframing* Berbeda dengan *context reframing*, pada jenis ini kita menggali makna lain yang lebih positif dari suatu hal atau kejadian tanpa memindahkan atau mengubah kejadiannya. “Anak buah saya sulit untuk diajak kerja cepat! Tidak sabar saya dibuatnya.”
Menggunakan *content reframing*, kita bisa bertanya, “Apa makna lain yang positif dari anak buah yang sulit diajak untuk bekerja cepat?” Seketika, kita pun dapat menemukan pertanyaan baru seperti, “Bukankah itu berarti mereka mengerjakan pekerjaan dengan hati-hati?” Dan BUM! Makna baru pun kita dapatkan. Dengan *frame *ini, sang atasan dapat lebih fokus untuk mendayagunakan anak buahnya agar dapat menghasilkan pekerjaan dengan kualitas yang lebih tinggi alih-alih pusing dengan kelambatan mereka.
Nah, apa yang bisa kita lakukan dengan keberatan ini: “Produkmu bagus, tapi harganya terlalu mahal!” Yak, tepat.
Salah satunya, “Benar. Kami memang tidak ingin mengorbankan kualitas hanya demi harga jual yang murah. Bukankah Anda juga demikian?”
Pertanyaan: Sama kah *reframing * dengan *positive thinking*? Jawaban saya: ya dan tidak. Bahwa kita mencari makna yang lebih positif itu benar. Namun *reframing* tidak sekedar mencari makna yang positif, ia adalah usaha untuk mencari makna positif yang *empowering* bagi kita. Loh, memangnya ada berpikir positif yang tidak *empowering*? Tentu ada. Misal, jika rekan Anda mengeluh, “Istri saya sangat posesif sehingga selalu menelepon saya setiap jam!” dan Anda mengatakan kepadanya, “Bukankah itu berarti ia perhatian kepada Anda?”. Ini adalah sebuah usaha untuk berpikir positif, namun pertanyaan saya, “Apakah Anda mau diperhatikan dengan cara seperti itu?” *Reframing* seperti, “Bukankah itu sinyal untukmu untuk dapat lebih peka dan mencari tah apa penyebabnya?” barangkali lebih tepat karena bersifat *action oriented*.
Nah, lalu apa kaitannya dengan vibrasi positif dalam LoA? Sangat erat. Jika Anda ingin menjadi ‘magnet’ yang memiliki daya tarik positif yang kuat, maka Anda pun harus memancarkan aura positif yang kuat pula.
Tanpa perlu teknik macam-macam yang *njelimet* dan memakan waktu, Anda bisa menjadi pribadi yang lebih positif dengan *reframing*. Ketika seseorang menyalip Anda di jalan dengan kasar, misalnya, alih-alih membiarkan emosi negatif Anda meluap Anda bisa mengatakan, “Barangkali ia memang sedang buru-buru karena ada anggota keluarganya yang sakit.” Beres, kan?
Atau, Anda pulang kantor dan jalanan macet luar biasa, “Wah, kesempatan buat baca buku dan menikmati musik nih.” Yang terakhir ini sering sekali saya lakukan sehingga saya tidak lagi merasakan kemacetan sebagai sebuah musibah. Sederhana, kan? Tanpa perlu mengotak-atik kejadiannya, kita bisa menjadikan kejadian apapun lebih bermakna.
*Well*, memang tidak semua hal akan terselesaikan dengan *reframing *semata. Namun paling tidak kita bisa berpikir lebih jernih untuk kemudian mencari solusi yang lebih tepat. Hebatnya lagi, jika Anda mempelajari beragam teknik-teknik NLP, Anda akan menemukan bahwa yang dilakukan NLP adalah *reframing* terhadap apa yang sudah seringkali kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tengok saja NLP * Presuppositions*: Makna dari komunikasi ada pada respon yang kita dapatkan. Di balik setiap perilaku pasti ada maksud positif. Tidak kata gagal, yang ada hanyalah umpan balik. Tidakkah ini semua adalah *reframing* yang *excellent*? Bahkan, kita pun sudah seringkali melakukannya tanpa disadari. Anda ingat pernah mengatakan, “Ya, kita ambil hikmahnya saja lah”. Hey, bukankah itu *content reframing*? Anda boleh tersenyum sekarang menyadari hal ini.
Anda adalah *reframer*alamiah dan karenanya juga adalah pengirim vibrasi positif alamiah pula.
Salam Vibrasi Positif! — Salam Street Smart NLP!
Oleh : Teddi Prasetya Yuliawan
Indonesia NLP Society : idnlpsociety@yahoogroups.com
Tell a Friend



